Jauhkan Diri dari Sifat Dengki (Hasad)

hasad

Tidak jarang, manusia dihinggapi perasaan hasad(dengki), tatkala melihat orang lain mendapat kenikmatan, meraih kesuksesan dan dikaruniai kebaikan. Baik berupa harta, ilmu, kedudukan, dan lain-lain. Padahal, hasad memiliki banyak kerusakan, diantaranya:

Pertama, hasad menyerupai orang-orang Yahudi, manusia yang paling menjijikan.

Allah Ta’ala Berfirman:

Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran” (QS. al Baqarah: 109)

ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepadanya? sesungguhnya Kami telah memberikan Kitab dan Hikmah kepada keluarga Ibrahim, dan Kami telah memberikan kepadanya kerajaan yang besar” (QS. An Nisa: 54)

Kedua, hasad menunjukkan keburukan jiwa seseorang, karena berarti ia tidak mencintai sesuatu untuk saudaranya, sebagaimana ia mencintai hal itu untuk dirinya.

Ketiga, hasad mengandung penentangan terhadap takdir Allah dan qadha-Nya, karena semua nikmat yang datang kepada manusia merupakan takdir-Nya.

Keempat, hasad akan menyalakan api cemburu dalam hati, sehingga orang yang berhasad akan selalu dalam kekecewaan dan rasa gundah, setiap kali melihat orang lain mendapat kesenangan dan karunia.

Kelima, hasad akan membuat seseorang tidak produktif mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan mengandung maslahat, karena yang senantiasa ia pikirkan hanyalah kenikmatan-kenikmatan yang ada pada orang lain, bagaimana ia bisa datang kepada mereka?

Keenam, hasad bisa menjadi sebab penyakit ‘ain yang dapat mencelakakan orang lain.

Ketujuh, hasad akan membawa pada perpecahan dalam tubuh kaum muslimin.

Hendaklah kita sebagai manusia senantiasa selalu berdoa agar terhindar dari sifat dengki (hasad) sifat yang mendatangkan kerusakan untuk hati dan pikiran kita. Sebagaimana firman Allah Ta’ala dijelaskan,

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa, ‘Wahai Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan tumbuh kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.’” (QS. Al-Hasyr:10)

Ayat ini berkisah tentang kaum muhajirin dan kaum anshar, serta orang-orang yang hidup setelah generasi dua kaum tersebut.

Orang yang datang (hidup) setelah generasi dua kaum tersebut berdoa,

Wahai Rabb kami, mohon ampuni kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dalam keimanan.”

Doa ini mereka tujukan untuk diri mereka sendiri dan untuk seluruh kaum mu’minin, baik dari kalangan para shahabat, maupun generasi setelah mereka. Inilah salah satu keutamaan iman. Mu’min yang satu bisa memberi manfaat kepada mu’min yang lain, mu’min yang satu mendoakan mu’min yang lain. Mereka bersatu dalam ikatan persaudaraan atas dasar iman. Iman itulah yang membuat mereka saling mendoakan dan saling berbelas kasih satu sama lain.

Dalam ayat tersebut Allah sebutkan sirnanya rasa dengki dari hati mereka, baik itu secuil dengki, terlebih dengki yang bergumpal-gumpal. Jikalau dengki itu sirna, tentu ‘kan datang lawannya, yaitu rasa cinta. Itulah cinta di antara kaum mu’minin, kesetiaan, sikap saling menasihati, serta segala bagian yang menjadi hak sesama mu’min.

Semoga Allah Ta’ala  senantiasa menjaga kita dari sifat hasad dan dilindungi dari godaan iblis yang dilaknat Allah Ta’ala. Allah Ta’ala  telah membimbing kita bagaimana supaya kita senantiasa menjaga diri dari sifat hasad (iri & dengki).

Komentari Artikel Ini:

Terpopuler :

Terbaru :

Backto Top